Pagi hari di minggu pertama Januari. Tidak seperti beberapa hari kebelakang, pagi di kota ini diguyur hujan.
Ya hujan dipagi hari kadang kala membuat kita malas untuk beraktifitas, menarik kembali selimut, menikmati kopi dan beberapa cemilan sepertinya pilihan yang tepat untuk mengisi hari. Ya mengisi hari kalo sudah waktunya libur maksudnya :p
Kurang lebih pukul 07:20 wib seperti biasa berangkat untuk menyongsong hari ini, menikmati jalanan menuju tempat kerjaan.
Melihat langit merupakan salah satu kebiasaan, ah ada yang berbeda hari ini. Ya berbeda tentu saja, pagi ini langit tidak terlihat mendung tapi cerah. Walaupun ga tau juga berapa lama langit akan cerah. Apalagi kalo melihat beberapa hari kebelakang yang cenderung mendung.
Langit cerah seperti memberikan suatu harapan ditengah tengah suasana yang sedikit murung dikarenakan langit yang mendung.
Pikiran tersebut beberapa kali mampir hahaha...
Awal tahun yang belum bisa dibilang menyenangkan untuk saya sendiri, setelah di akhir tahun melalukan perjalanan yang menyenangkan. Merasakan keindahan alam, dimana setiap sudut yang dilihat hanya hamparan rumput yang ditumbuhi bunga edelweis.
Awal januari yang mendung, berlebihankah apabila menyebutnya seperti itu? o,O
Soal hari hari yang mendung nih, ada sedikit cerita juga.
Beberapa waktu yang lalu saya bersama beberapa orang teman mengunjungi salabintana, ya sedikit bertamasya mereka menyebutnya :p
Untuk saya pribadi sudah lama tidak menginjakkan kaki disana, kurang lebih 6 tahun tidak kesana XD
Langit emang terlihat mendung hari itu, dan saya memperkirakan hujan akan turun. Tapi demi berkumpul besama teman teman disaat hari libur? kapan lagi.
Sampai dilokasi kurang lebih pukul 13.00 membeli tiket masuk seharga Rp 5000/orang kemuadian mencari cari dimana posisi teman-teman yang lain, lumayan sulit karena saat itu lumayan banyak pengunjungnya.
Tidak lama kemudian tangan melambai lambai, menunjukkan posisi mereka. obrolan berlangsung, dan baru saya ketahui kalo tikar yang kami gunakan untuk alas duduk itu ternyata sewaan. hahaa
Seperti yang sudah diperkirakan hujan pun turun, ya mau ga mau kami harus berteduh. Untungnya ada tikar itu, ya lumayanlah bisa digunakan sebagai payung sambil berjalan menuju tempat yang teduh.
Sampai disuatu bangunan yang tempatnya dekat mushola (ah sayang foto suasana saat itu ada di kamera temen) tempat itu cukup padat. Saya perhatikan ada beberapa keluarga yang menggelar tikar disana, membuka perbekalan mereka dan menikmatinya.
Selain itu ada beberapa pedagang (saya tidak tau persis apa berteduh disana atau emang membuka lapak disana). Pedagang-pedagang tersebut terlihat sibuk melayani para pengunjung yang membeli dagangan mereka.
Disisi lain bangunan, terlihat beberapa ibu-ibu yang mengumpulkan tikar sewaan. Saya tidak tahu persis berapa biaya untuk menyewa tikar tersebut. Penghasilan dari menyewakan tikar bakal berkurang itu pikir saya. Beberapa lama kemudian setelah ibu-ibu pembawa tikar itu tidak terlihat lagi ibu lain yang membawa beberapa payung termasuk yang dia pakai, ya itu mungkin payung yang akan disewakan. Jujur sih ga sempat bertanya apa bener itu payung sewaan XD
Cuma saya menyimpulkan, seperti koin yang memiliki dua muka.
Mendung yang berlanjut hujan akan ada selalu sisi baiknya tidak selalu sisi negatifnya, ya tentu saja karena hujan itu anugrah XD
Mendung tidak harus selalu berpikir murung, mungkin sedikit terpengaruh dengan kondisi disekitar dan perasaan yang bergejolak (ejiiiieee) yang membuat diri ini beberapa kali murung. Itu bisa jadi salah satu menyebabnya, setiap orang pasti memiliki persoalan. Dan murung atau tidak murung tergantung kita. apabila pikiran kita lebih condong ke murung wassalam we kerasa murung terus.
Padahal sayang banget kan kalo merasa murung terus, apa hari-hari yang bisa diisi dengan senyum harus selalu diisi dengan episode murung? tapi kalo sesekali boleh kali. oke ini sedikit pembenaran, hahaha
Awal januari yang diselimuti kebingungan. kebingungan yang datang berbarengan dengan kejutan. Antara harus senang, sedih atau apapun itu untuk menerima kejutan yang ada.
Padahal sudah merasa 101% sudah siap menghadapi kejutan tersebut, tapi pas kejutan itu datang rasa siap itu terasa berkurang setengahnya o,Oa
catatan ini dibuat pada
Hari : Kamis, 10 Januari 2013
Jumat, 11 Januari 2013
Awal Januari
11:41
No comments







0 komentar:
Posting Komentar