Sabtu, 29 Desember 2012

Pendakian Diakhir Tahun 2012

Desember 2012.
Tidak terasa pergantian tahun tinggal menghitung hari, ada beberapa teman yang bertanya "ntar tahun baruan mau kemana?" ga tau jawaban itu yang selalu keluar. Ya karena saya emang tidak merencanakan akan kemana di malam tahun baru :D yang pasti sebelum tahun ini berakhir ini melakukan sesuatu yang berbeda dan memiliki kesan yang mendalam. pppffftttttt

Sore hari selepas pulang kerja, seperti biasa menyempatkan diri untuk menikmati segelas kopi di kedai kopi favorit di kota sukabumi ini. Bertemu dengan beberapa teman yang biasa berkumpul disana.
Obrolan terus mengalir sampai ada beberapa teman yang membahas untuk melancong ke Gunung Gede.
Tidak butuh waktu lama saya "mengiyakan" ajakan untuk ikut mendaki Gunung Gede.

Keinginan untuk kembali menginjak puncak Gunung Gede akhirnya sedikit menemui titik terang. Sebenernya beberapa bulan yang lalu ada ajakan yang sama  dan dikarenakan beberapa hal saya memutuskan tidak ikut.
Keputusan suda diambil, foto copy KTP sebagai salah satu syarat pendaftaran sudah diberikan, dan keputusan saya sudah bulat. Saya berserta 4 kawan saya yaitu fahmi, yudha, ableh dan utun siap untuk berangkat kesana.

Tanggal keberangkatan pun sudah ditetapkan, sementara persiapan fisik? hmmm untuk yang ini ga ada sama sekali, olahraga pun sudah jarang yang ada modal nekad untuk bisa kesana. Cuaca yang tidak tentu membuat beberapa orang bertanya tanya apa benar mau benar benar kesana. Gimana kalo hujan? ya saya pun berpikir demikian, tetapi rasa ingin menginjakkan kaki di Gunung Gede begitu besar dan itu mengalahkan rasa takut akan kehujanan saat melakukan pendakian atau kehujanan setelah sampai tujuan.

Senin 24 Desember 2012
Satu hari menjelang keberangkatan. Packing dilakukan di sore hari, dan apabila diingat sekarang ada beberapa keperluan yang lupa saya bawa. tapi ko itu ransel tetep aja terasa berat :))
Meeting Point ditentukan, dan gedung juang dipilih, jam 5 pagi ditentukan untuk berkumpul disana sebelum berangkat ke Pondok Halimun (PH).
Rumah penguasa komplek kang ajid yaitu yudha :Peace: dipilih menjadi tempat persinggahan, lokasinya yang dekat dengan Gedung Juang menjadi salah satu alasan saya untuk bermalam disana. daripada berangkat sebelum jam 5 pagi dari rumah tentunya.
Fahmi orang yang mengajak saya untuk mendaki Gunung Gede kali ini juga bermalam dirumah yudha sementara untuk dua orang teman lainnya berangkat dari rumah masing-masing.

Selasa 25 Desember 2012
Alarm berbunyi pukul 04:15 lebih 30 menit daripada alarm yang saya setting saya pikir. Jadi masih ada waktu sebelum jam 5 untuk melanjutkan tidur XD
Pukul 05.00 kurang alarm kembali berbunyi, waktunya untuk bangun dan bersiap merapat ke tempat berkumpul.
Tak lama kemudian ableh datang, menurut dia di Gedung Juang belum ada siapa2. Sarapan disajikan untuk para calon petualang yang akan segera berangkat (dan saya ucapakn terima kasih tentunya untuk ibu yudha selaku tuan rumah).

Didepan Gedung Juang bersama 4 orang teman saya yang sudah berkumpul untuk melakukan perjalanan, disana bertemu seorang teman semasa sekolah yang ternyata ikut dalam pendakian kali ini. Ya bertambah lagi orang yang saya kenal. Selain itu ada juga seorang guru yang dulu pernah mengajar saya, yap tambahan seorang yang tidak terlalu asing untuk saya.
 Kurang lebih 11 orang berkumpul bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke salabintana. Titik dimana pendakian akan dimulai.

06:12 angkot mulai bergerak ke arah salabintana, dan 20 menit kemudian kami sampai di Pondok Halimun. Pendakian pun akan segera dimulai.


29 orang termasuk saya dan 4  orang teman berkumpul dan bersiap berangkat. Kurang lebih pukul 07.00 wib perjalananpun dimulai.
Belum terlalu jauh kaki melangkah, ternyata salah seorang teman saya tidak bisa melanjutkan pendakian ini. Masalah fisik menjadi salah satu alasan. Perjalanan terus dilanjutkan dengan sesekali istirahat, kurang lebih pukul 12.30 bersitirahat untuk makan siang bersama beberapa kawan. Setelah mengisi perut yang menurut saya penuh kebersamaan perjalanan dilanjutkan.
Sampai Cileutik sekitar pukul 14:00 untuk kembali beristirahat dan mengisi ulang botol air minum bagi yang kehabisan, sementara untuk saya sendiri perbekalan air terasa masih cukup sampai alun-alun suryakencana.

Cuaca makin dingin, rintik-rintik hujan mulai turun dan kabut mulai terlihat. Setelah istirahat dirasa sudah cukup perjalanan dilanjutkan, rute menuju alun-alun terasa makin curam dan tidak lama hujan pun turun.
Beban bawaan terasa makin berat, tidak bisa banyak beristirahat dibawah guyuran hujan. Pilihannya beristirahat dan kedinginan dibawah guyuran hujan atau melanjutkan perjalanan dengan mengabaikan rasa dingin diseluruh badan akibat kehujanan dan kelelahan akibat beban yang makin berat.

Pohon besar yang melintang di rute yang semakin lama semakin menanjak saya jadikan patokan bahwa alun-alun surya kencana sudah tidak terlalu jauh. Kurang lebih 3 jam akhirnya sampai di alun-alun suryakencana dan rasa lega pun tidak dapat saya tahan.

Cuaca makin terasa dingin, kabut masih menyelimuti tetapi rintik hujan makin berkurang. Hamparan rumput luas dan edelweis terhampar dimata. dan rasa syukur sudah sampai disini meluap luap menjadi obat untuk dingin yang menusuk tulang.
Di Alun-alun Suryakencana barat beberapa tenda sudah didirikan, menunggu teman seperjalanan untuk mendirikan tenda kami dengan air hangat yang ditawarkan kawan sependakian.
Tak lama kemudian yudha dan fahmi pun datang, tenda didirikan dan kami bergegas memasuki tenda untuk berganti pakaian untuk mengurangi rasa dingin.

Sore di Alun-alun Suryakencana
Hujan pun reda dan kami bisa menikmati hamparan luas alun-alun suryakencana. Sore berganti malam, rasa dingin semakin menusuk. Air jahe dihidangkan untuk membantu menghangatkan tubuh. Malam semakin larut, kami merasa waktunya untuk beristirahat sebelum menyongsong esok hari.

Suara suara di luar tenda terdengar, obrolan untuk berangkat ke puncak gunung semakin ramai. Menikmati matahari terbit sepertinya akan menyenangkan,setelah diajak seorang teman saya pun keluar tenda. Kabut tebal menyelimuti, tidak lama kemudian rasa dingin yang menggigilkan membuat saya masuk kembali ke tenda dan memutuskan untuk tidur kembali.

Sekitar pukul enam pagi suara hiruk pikuk makin terdengar, kabut masih terlihat menyelimut. Fahmi memberitahu rencana naik ke puncak belum dilakukan.
Sang matahari suna menyinari dan rasa hangat mulai menjalar ke seluruh tubuh, setelah sarapan akhirnya kami serombongan melanjutkan perjalan ke puncak Gunung Gede.

Puncak Gede dilihat dari alun-alun suryakencana

Lutut yang biasa mendadak sakit kembali kambuh, perjalanan ke puncak terasa berat. ingin rasa untuk kembali ke tenda. Tapi terasa akan kurang apabila sudah melakukan perjalanan jauh kurang lebih 8 jam tidak menginjakkan kaki dipuncak. Dengan lutut yang terasa ngilu akhirnya bisa menginjakkan kaki di Puncak Gede dengan ketinggian 2958 mdpl ini.
Perjalanan menuju Puncak Gede

Gunung Gede Pangrango dilihat dari Puncak Gede

Alun-alun suryakencana dilihat dari Puncak Gede



Cukup lama berada dipuncak menikmati keindahan alam beberapa kali mengambil foto, baik foto gunung, awan, dan segala pemandangan yang terlihat darisana, foto2 narsis pun tidak lupa diabadikan untuk dijadikan kenangan.
Setelah cukup puas dipuncak sana sudah waktunya kembali ke alun-alun untuk beristirahat sebelum melakukan perjalanan turun.
Ah lutut ini semakin terasa, secara perlahan berjalan menyusuri jalan bebatuan.

Sampai kembali di tenda, matahari semakin menghangatkan. waktunya berjemur menghangatkan badan dan menjemur beberapa pakaian yang basah saat melakukan pendakian. Terlihat beberapa kawan ditenda masing masing pun melakukan hal yang sama.

Alun-alun Suryakencana

Sedikit penampakan tenda kawan seperjalanan


Akhirnya sedikit obat untuk lutut yang sakit ini bisa terobati, utun ternyata membawa balsem yang lupa dikeluarkannya saat kemarin malam. Lumayan banyak mengoleskannya dibagian yang sakit itu dan tidak lupa beberapa bagian kaki yang pegal. Yap alhamdulillah lulut terasa membaik walaupun rasa nyeri terus menyerang, tapi saya rasa itu cukup untuk bisa membawa saya pulang.

Menjelang siang beberapa kawanan membereskan tenda mereka, tapi tak lama kemudian hujan kembali turun. Kami berempatpun serentak membereskan pakaian yang dijemur dan segera memasuki tenda kembali. Terlihat beberapa kawan seperjalanpun melakukan hal yang sama.
Harus bersyukur hujan turun tidak terlalu lama sehingga pukul 12:30 tepatnya setelah dzuhur kelompok yang terdiri dari 28 orang ini bersiap untuk turun gunung.

Perjalan dimulai dan dibutuhkan waktu kurang lebih satu jam untuk mencapai cileutik. lebih cepat 2 jam saat melakukan pendakian. Pukul dua kurang setelah keduapuluh delapan orang berkumpul dan istirahat dirasa sudah cukup perjalanan dilanjutkan, rute untuk pulang berbeda dengan saat mendaki. Untuk rute pulang saya kurang hapal, tepatnya rute yang harus mengarah untuk ke kiri atau kenan.

Tiga kali terpeleset diakibatkan jalan yang licin, untunglah lutut terasa membaik (tertolong dengan adanya balsem) beberapa kali saya berjalan sendiri, jauh dari yang depan ataupun yang belakang. Untungnya saya masih ingat jalan menuju pos yang menunjukkan 6 Km ke arah Pondok Halimun dan 5Km menuju Alun-alun Suryakencana setelah memasuki jalan dua arah dan berganti rute barulah saya tidak tahu sama sekali.

Beberapa orang berkumpul dipos tersebut, beristirahat beberapa menit untuk menunggu rombongan dibelakang tapi tidak bisa terlalu lama dikarenakan hujan mulai turun.
Kami pun bergegas dikarenakan hujan dan mungkin akan berbahaya bagi tubuh apabila menunggu ditengah guyuran hujan.
Rute berdeba diambil, hujan makin lebat dan saya ikut di rombongan pembuka jalan. Rasa dingin terus menusuk seluruh badan, guyuran hujan membuat efek balsem di lutut hilang, rasa sakit yang menusuk kembali tapi saya tak bisa berhenti, beberapa otot kaki kram semuapun pun mungkin merasakan. Satu hal yang saya keluhkan yaitu lutut ini.

Tak ingin terpisah dari rombongan yang terus berjalan tanpa henti dan tidak hapal rute yang diambil itulah alasan saya mencoba untuk terus berjalan, beberapa kali terpeleset dan beberapa kali pula saya harus menyeret kaki kanan yang lututnya kumat ini untuk berjalan. Tidak saya sendiri yang beberapa kali terpeleset, teman teman didepanpun mengalami hal yang serupa.
Diperjalanan ada beberapa simpangan dan untuk memudahkan rombongan dibelakang, simpangan yang bukan jalur untuk pulang diberi tanda baik itu dengan batang pohon.

Perjalanan kali ini terasa singkat, mungkin dikarenakan orang yang membuka jalan yaitu pak usep terus berjalan tanpa henti selain dua hal yang saya sebut diatas ini menjadi motivasi untuk terus berjalan dibawah guyuran hujan.

Dibutuhkan kurang lebih 3 jam dari cileutik sampai di hamparan kebun teh yang sedang direboisasi. Hujan masih mengguyur dan rasa dingin disekujur tubuh masih terasa. Tidak terlalu lama rombongan kedua akhirnya sampai dihamparan kebun teh tersebut.
11 orang berkumpul disana, masih ada 17 orang didalam rute yang masih liar tersebut, menurut pak usep rute tersebut memang sedikit menyesatkan apalagi untuk yang tidak hapal jalan, untungnya sudah diberi tanda untuk memudahkan teman teman yang lain.

Kami pikir akan sangat berbahaya apabila kawan kawan didalam rute tersebut terjebak sampai malam, apalagi jaraknya kami yang sudah sampai dan rombongan yang tersisa ternyata cukup jauh. Kurang lebih 30 menit kami menunggu akhirnya suara rombongan berisi 17 orang teman seperjalanan kami terdengar. Lega rasanya apalagi dua teman saya masih disana.
Akhirnya melanjutkan perjalanan untuk pulang, rasa lelah dan senang bisa segera pulang meluap-luap. Tidak ada rasa jera untuk kembali menyapa bebukitan di Alun-alun Suryakencana. Keinginan untuk menginjakkan kaki disana di Puncak Gede makin menggelora, rasanya ingin menyapa kembali hamparan luas alun-alun suryakencana dan bunga edelweis yang mekar di tahun yang akan datang. :)



Senin, 10 Desember 2012

Nasi Bakar Ala Pasta La-Rizh

Oke akan ada yang berbeda di blog ini, tepatnya sih untuk tulisan ini :D 
Untuk pertama kali loh bakal posting soal kuliner, sebenernya bukan bener2 yang pertama. Soalnya pernah mau bikin postingan soal kuliner juga. cuma sangat disayangkan semuanya berakhir di draft atau didelet :))

Ahhh sepertinya sedikit kata sambutan yang ga penting diatas cukup, mari kita ke menu utama XD

Sabtu 08 Desember 2012 Komunitas Blogger Sukabumi yaitu @BumiBlogger mengadakan gath, yang bertempatkan di Pasta La-Rizh Cafe An Coffee House. tempat kuliner yang menyajikan berbagai makan pasta ini beralamatkan di Jalan Jendral Sudirman No.49 Kota Sukabumi.
Cafe & Coffee House ini menyediakan menu anatara lain : Aneka Pasta, Aneka Macaroni Pasta, Baked Rice, Lasagna, Pizza Itali, Indonesia Speciality, Aneka Minuman dan tentu saja Kopi.

Ya disanalah para blogger sukabumi berkumpul. Selain untuk membahas program2 @BumiBlogger untuk kedepannya, juga untuk memenuhi undangan Grand Launching Pasta Larizh Cafe and Coffee House.
acaranya sendiri menurut jadwal sih Pukul 16:00 wib
saya sendiri datang 5 menit sebelumnya XD  tepat waktu dong, bangga dikit gpp ya. :))

Disana saya memesan "Nasi Bakar" lha ko nasi bakar sih? kalo mau nasi bakar kenapa ke tempat yang lebih menonjolkan pasta? Padahal di menu ada aneka pasta yang menggugah selera :9
 mungkin pertanyaan tersebut terlintas di dalam pikiran. (kalo ada coba acungkan tangan, hahaha) 

Justru karena itu saya memesan nasi bakar. memesan sesuatu yang berbeda di tempat kuliner ini, mencoba menikmati nasi bakar ala Pasta La-Rizh, apalagi saya yang memang menyukai nasi bakar. Walaupun saat itu belum tau nasi bakar jenis apa yang ditawarkan. apa itu nasi bakar ayam, nasi bakar sapi atau nasi bakar udang? 
Dan menurut saya mungkin lebih baik menulis lengkap nama nasi bakar tersebut, biar lebih memudahkan konsumen untuk memilih. atau apa emang saya yang salah baca, dikarenakan kurangnya konsentrasi. hahaha

Pesanan datang............................. nasi bakar ayam siap dinikmati :9
Nasi bakar ayam ala Pasta La-Rizh begitu saya menyebutnya :D dengan potongan ayam yang yang cukup ditambah potongan jamur yang lembut di mulut :9 dan jangan lupa akan lebih nikmat saat dicampur dengan sambal :D
Rasa nasi bakarnya sendiri tidak terlalu asin, mungkin  ciri khas nasi bakar tersebut?  ah sayang kemarin tidak sempat bertanya ke pada chef XD
tapi menurut saya asin atau tidak tergantung selera masing masih sih :D dan untuk nasi bakar Pasta La-Rizh ini menurut saya cukup :)
Sementara untuk minumnya saya memesan sky milk. minuman soda susu XD
warna birunya loh membuat saya merasa ingin mencicipi minuman ini.

Dengan harga yang terjangkau ditambah dengan tempat yang cocok untuk bersantai @PastaLaRizh patut dikunjungi oleh para menggiat kuliner di sukabumi. Dengan adanya free wi-fi menambah daya tarik Cafe & Coffee House yang memiliki dua lantai ini.
Atau anda penggiat komunitas atau ikut fans club sepakbola coba kontak @PastaLaRizh siapa tau anda bisa mengadakan acara disana :)




Rabu, 05 Desember 2012

Hujan, Pelangi dan Berpikir Positif

Hujan dipagi hari, sudah dua hari sang langit menangis dipagi hari.
Hawa dingin menyebar, mungkin ada beberapa orang yang berat untuk beranjak dari tempat tidur dan sedikit malas untuk beraktifitas. Menarik selimut kembali, ya itu bisa jadi obat dipagi hari.
Terlintas beberapa senyuman dan itu seperti penghangat dan pemberi semangat untuk menjalan aktifitas dipagi hari.

Dalam perjalanan menikmati indah langit, rasa tenang menikmati warna biru dan luasnya langit memberikan ketenangan. Imho warna biru emang selalu memberi ketenangan X)
Sayangnya birunya langit dua hari ini mendung. Yang terlihat hanya awan mendung dan kabut disepanjang jalan.
Sedangkan kabut memberikan kesan samar, tanda tanya, menimbulkan rasa ingin tahu dan dalam pikiran saya ada apa dibelakang kabut tersebut ???
Selain itu setelah hujan mungkin beberapa orang berharap melihat pelangi. Pemandangan yang bisa dinikmati setelah hujan reda. Seperti secercah harapan yang muncul setelah  mendung.
Tapi untuk melihatnya lagi tentu saja menunggu hujan datang dan hujan itu reda.

Apakah melihat pelangi itu hanya kesenangan sesaat, dan saat pelangi itu menghilangan kesenangan itu akan hilang juga? dan untuk bisa menikmati keindahnya lagi harus menunggu?
Pertanyaan yang ada dan ga bisa dijawab.
Daripada bingung bingung dengan pertanyaan tersebut lebih baik bersyukur sudah merasakan keindahan alam tersebut, dan berharap akan merasakannya kembali?
Heum.... senyuman orang orang terdekat dipagi hari terasa indahnya dengan pemandangan pelangi yang datang tanpa bisa kita duga.
oke itu bukan curhat ya XD

Saya jadi ingat kembali obrolan dengan seorang teman.
Oke tapi ga sebut namanya ya, ga sebuk merek deh :))
Obrolan itu membahas tentang cara berpikir untuk selalu mencoba berpikiran positif, dan mengesampingkan yang negatif.
Mencoba berpikir baik tentang sesuatu hal :) Contohnya ya hujan, diakhir hujan akan ada pelangi.
Kenapa harus mengeluh saat turun hujan? Kenapa ga mencoba melihat hujan dari sisi baiknya XD

Obrolan tersebut, hujan dan pelangi mengingatkan saya kepada sebuah buku yang didalamnya membahas menata Pikiran, bagaimana kita menata pikiran kita.

"ketika seorang menganggap dirinya berhasilnya, menganggap dirinya gagal, menganggap dirinya kecewa, atau menganggap dirinya susah, maka tuhan akan mengirimkan pikiran itu kepada dirinya. if you think you can, you can. if you think can not, you can not. Kalau anda berpikir bisa, Anda pasti bisa. Tapi kalo anda berpikir sudah tidak bisa, maka anda tidak bisa."

Seperti itu yang ada dibuku tersebut :p
Tulisan ini untuk mengingatkan saya tentunya dan syukur2 kalo ada yang baca :))
Bukannya dengan membaca, kemudian menuliskannya akan lebih mudah diingat.
Tapi diingat saja tentu saja kalo ga di amalin percuma XD

Berbicara lebih mudah daripada melaksanakan.
tetapi diam tidak lebih baik daripada mencoba walaupun gagal. :))
mari selalu berpikiran positif dan saat kau berpikir bisa pasti bisa 8-)










Senin, 03 Desember 2012

And Then There Were None - Sepuluh Anak Negro

Dame Agatha Mary Clarissa Christie atau lebih singkatnya Agatha Christie.
Agatha Christie adalah seorang novelis misteri yang terkenal di dunia. Beberapa karyanya telah di film kan ( Pembunuhan di Atas Orient Express", "Pembunuhan di Sungai Nil", "Kereta 4.50 dari Paddington ) ah sayang sekali saya belum menonton film itu, dilain waktu ga ada salahnya untuk mencari film2 tersebut :)

Beberapa karyanya berkisah tentang detektif , Hercule Poirot dan Miss Marple adalah tokoh yang ada diserialnya.
Ngomong2 soal detektif., saya sendiri lebih cenderung menyukai Hercule Poirot. ada daya tarik lebih atau emang saya pertama membaca serial Hercule Poirot dibanding Miss Marple atau Sherlock Holmes. Ya tapi balik lagi ke diri masing2 tentunya dengan selera yang berbeda :)
Mari tinggalkan dahulu Hercule Poirot, Miss Marple atau Sherlock Holmes karena kali ini saya tidak akan membahas Tokoh2 detektif tersebut, lain kali mungkin bisa :D


Kali ini Saya akan mencoba sedikit me review karya Agatha Christie yang pertama kali saya baca.
Novel yang berjudul asli And Then There Were None -  Sepuluh Anak Negro adalah judul untuk terbitan berbahasa indonesia.


Cerita di mulai dengan dikumpulkannya 10 orang dengan latar belakang yang berbeda.
10 orang yang memiliki rahasia, dan rahasia tersebut disimpan rapat rapat.
10 Orang itu diundang ke sebuah pulau terpencil, pulau yang memang sudah menjadi misteri. siapa pemilik pulau tersebut? mungkin desas desus yang beredar membuat pulau itu menjadi misterius.

10 Orang yang diundang ke pulau tersebut antara lain :

1. Justice Wargrave : Seorang yang baru mengakhiri masa kerjanya sebagai hakim
2. Vera Claythorne : Seorang Perawat
3. Philip Lombard : Seorang Agen Bayaran ?
4. Emily Brent : Wanita tua yang berpandangan kuno dan berpegang pada prinsipnya.
5. Jendral Macarthur : Seorang Pensiunan Jendral
6. Dokter Amstrong : Seorang Dokter yang bisa dikatakan sukses
7. Tony Marston : Seorang Pemuda yang percaya diri
8. Tuan Blore : Mantan Polisi
9 dan 10. Tn dan Ny Rogers, suami istri pembantu rumahtangga di Pulau Negro

Dipulau yang mereka tuju ternyata tidak ada Tuan dan Nyonya yang  mengundang mereka, hanya ada Tuan dan Ny. Rogers yang diperkejakan dan menerima intruksi lewat surat.
Setiap orang mendapat kamar yang nyaman, dan disetiap kamar tersebut terdapat sajak.
Sajak anak anak yang cukup terkenal :

Sepuluh anak Negro makan malam; seorang tersedak tinggal Sembilan.
Sembilan anak Negro bergadang jauh malam; seorang ketiduran, tingal delapan.
Delapan anak Negro berkeliling Devon; seorang tak mau pulang, tinggal tujuh;
Tujuh anak negro mengapak kayu; seorang terkapak, tinggal enam.
Enam anak Negro bermain sarang lebah; seorang tersengat, tinggal lima.
Lima anak negro ke pengadilan; seorang ke kedutaan, tinggal empat.
Enam anak negro pergi ke laut; seorang dimakan ikan hering merah, tinggal tiga.
Tiga anak Negro pergi ke kebun binatang; seorang diterkam beruang, tinggal dua.
Dua anak negro duduk berjemur; seorang hangus, tinggal satu.
Seorang anak Negro yang sendirian; menggantung diri, habislah sudah.
 

10 Orang berkumpul saat makan malam, dan baru mengetahui mereka tidak mengenal siapa yang mengundang mereka.
Ketegangan mulai datang, apalagi setelah terdengar suara yang tanpa pemberitahuan dan menembus tajam.
Suara yang menyebut sepuluh orang tersebut dengan rahasia2 mereka yang disimpan rapat2, tuduhan untuk 10 orang yang berkumpul dan lolos dari jerat hukum.

Sisipan sajak tersebut makin membuat menegangkan, apalagi boneka porselen yang asalnya berjumlah 10 buah semakin lama semakin berkurang.
selain itu syair sajat 10 anak tersebut sedikit menggambarkan bagaimana  tokoh selanjutnya akan mati.
Rahasia satu persatu akan terbongkar, Pembunuhan diruang tertutup.

Setiap orang tidak bisa dipercaya, ketegangan pun meningkat. Pembaca akan menebak siapa pelaku sebenernya, bagaimana bisa seperti itu?
Tapi Diakhir cerita ke sepuluh orang tersebut akan meninggal, bagaimana bisa seorang yang terbunuh bisa bangkit dari kematiannya dan membunuh yang lainnya?
dan akhirnya Semua rahasia itu tertulis dalam sebuah botol yang berisi surat.

Cerita detektif tanpa detektif, ya novel agatha christie yang memiliki 264 halaman dan berjudul 10 anak negro ini patut dibaca oleh penggemar cerita misteri / detektif.




Novel yang membuka mata saya untuk membaca karya karya agatha christie yang lainnya :)